Bisikan pelangi
Hujan baru saja
reda , harum tanah masih tercium lekat oleh pengindaranku bersama iringan
shalawat yang agak samar menjelang adzan magrib dari surau di ujung bukit
kampungku.”lian masuk sudah hampir magrib” pinta ibuku yang masih sibuk
merapikan benang sulam bersama de lusia adik kecilku. Sampai kapan mereka bergelut dengan
benang penuh warna itu tidakah mereka ingin menunggu ayah atau mas nur
bersamaku .
Sepertinya mas
nur belum terihat, aku akan menunggunya lagi besok setelah pulang dari sekolah
walau langkah gontaiku akan selalu terulang selama empat tahun terakhir . Baru saja aku ingin masuk kerumah ”BRILIAN……”
teriak seseorang yang sangat aku kenal akankah mas nur pulang, aku segera
menatap jauh kedepan. Seorang kakak berumur duapuluhtahun yang baru meyelesaikan
strata satunya, benar itu mas nur aku segera mencium tangannya tak tertahan
airmataku mulai menetes, ibu juga langsung memeluk anak pertamanya itu “betah
sekali kau dinegri orang sampai empat tahun nak” aku kaget mendengar petanyaan
ibu negri orang bukannkah ayah lahir disana, aku segera mengalihkan
kebinggunganku dengan bertanya pada pusat masalah besar yang aku sudah tunggu
selama empat tahun “mana ayah mas nur kenapa tidak pulang bersama ?? “Mas nur
hanya terdiam, mendengar pertanyaanku. Apakah negri penuh sejarah tersembunyi itu
membuat kakaku menyembunyikan jawaban atas pertanyaanku, apa maksud semua ini. Adiku Andalusia hanya terdiam mendengar pertanyanku tidakah dia binggung kenapa
ayahnya tidak kembali .
Kenanganku empat
tahun lalu mulai berkumpul tepat ketika aku lulus dari tingkat tsanawiyah. Ayah
adalah putra dari pastur besar di Andalusia yang sekarang lebih dikenal dengan
spanyol. Ketika ayah masih menjadi pelajar, ayah sudah sangat mempelajari injil
barnabas dan perjanjian baru. Ayah mendapat kebebasan dari orangtuannya, sampa
pada klimaks permaslahan. kakak kandung ayah sangat tidak setuju ketika ayah
ingin menjadi mualaf sampai akhirnya ayah pergi meninggalkan spanyol dan
membuka lembaran baru dinegri ini.
“Sepertinya
perjalanan ayah lebih indah dari pelangi “komentarku setelah mendengar cerita
ayah ” Apa yang kamu tentang pelangi lian ??” ciptaan ALLAH yang sangat indah
pastinya ayah “ jawabku seadanya. Lian ALLAH menciptakan apapun menjadi sebuah pelajaran besar
yang kadang tersembunyi, hanya manusia tertentu yang bisa menangkap makna hebat
didalammnya.
“Bisakah aku menjadi manusia pilihan yang akan mengerti makna itu ayah “ jawabku polos “tentu karena lian adalah brilian ayah” aku hampir menangis mendengar ucapan ayahku, aku sagat malu jika air mataku sampai jatuh dihadapannya, aku hanya menunduk sambil terus berjalan mengikutinya dari belakang menuju surau di atas bukit.
“Bisakah aku menjadi manusia pilihan yang akan mengerti makna itu ayah “ jawabku polos “tentu karena lian adalah brilian ayah” aku hampir menangis mendengar ucapan ayahku, aku sagat malu jika air mataku sampai jatuh dihadapannya, aku hanya menunduk sambil terus berjalan mengikutinya dari belakang menuju surau di atas bukit.
Mas nur bersama
de lusia sudah sibuk membaantu ibu untuk menyiapkan makanan untuk berbuka
puasa disurau. Bersama warga yang lain. Aku ingn berwudhu dulu di mata air
belakang bukit, yang sambil menikmati sejuknya air terjun yang deras itu .aku
berdiri tepat diatas batu besar yang berhadapan langsung dengan air terjun
itu “kenapa dibatu ini ada pelangi, bukankah pelangi hanya ada dilangit sore setelah
hujan “itu pantulan lian. Dari air yang jatuh tiada henti bersama cahaya “ jawab
ayahku yang tiba-tiba sudah ada dibelakangku
.
Adzan subuh
sudah mulai menggema dari surau dibukit. Kata ayah hari ini ia akan pergi karena
ada penilitian besar dari Negara. Ayah terpilih sebagai peneliti dan pengamat
sejarah terbaik bersama perwakilan dari Negara lain ayah ditempatkan di spanyol
Negara kelahirannya. Sambil mengajak mas nur yang baru lulus aliyah, sempat ada
rasa khawatir dalam diriku mungkin ini lanjutan jalan indah seperti pelangi itu. Tapi ternyata kekhwatiran itu makin besar sekarang, karena mas nur hanya pulang
sendiri .
"Disana dingin
gak mas dinginan manah sama daratan dieng dijawa atau daratan Tibet" ,lebih
dingin puncak Himalaya de lusia jawabku ketus. ”mana ayah mas ?? jawab pertanyaanku ,mas nur mulai mengeluarkan kata-kata
dalam tarikan nafas yang panjang “ayah ditahan disana sudah tiga tahun terakhir
lian. Ayah dituntut oleh keluarga paman albert disana dengan segala macam tuntutan
” aku mulai menangis, tidak bisakah mas nur yang lulusan terbaik disana, anak
hukum pula! Bertindak menarik ayah dari tuntutan itu. Aku berteriak sambil berlari
menuju bukit dengan keadaan hujan yang deras bersama petirnya yang tajam. Mas nur mencoba mengejarku berlari, ibu hanya bisa
menangistanpa suara sambil memeluk erat dik lusia.
Apa yang bisa
aku pelajari dari pelangi ayah ?? APA ! aku mulai berteriak bersama derasnya
airterjun bercampur hujan. Lihatlah waktu malam pelangipun tidak
terlihat ayah. bisakah pelangi berbisik kepadaku akan makna besarnya. AYAAAAH...
”BRILIAN dengarkan mas sekarang “ mas nur mulai berbicara dengan nafasnya yang masih terputus putus karena mengejarku tadi. Cukuplah kita tidak usah membenci paman albert karena bagaimana pun dia kakak kandung ayah, itu pesan ayah kepada mas . Ayah melarang mas melakukan apapun apalagi mengurus urusan hukum ayah. Ini surat dari ayah bacalah ketika hatimu mulai tenang aku mulai membuka lipatan kertas yang agak basah Andalusia 22 agustus 1994 brilian dengarkan lewat hatimu, jangan kau baca, karna ini bukan hanya sebuah surat dari ayah. Ini tidak ditnulis dengan tinta hitam dunia, dalam sejarah samar tentang negri kelahiran ayah bernama Andalusia. Tapi ayah menulis dengan tintan Brilian diatas sejarah murni Andalusia. Dalam cahaya hati terbaik yang ada bersama ayah, pelangi bukan tidak terlihat, dia hanya tertutupi karena ALLAH mengatur keindahan itu sangat rapi dan sesuai pada tempatnya. Dulu ketika lian bertanya kepada ayah kenapa pelangi bisa ada di batu dan bukankan pelangi hanya ada dilangit ?
karena percikan air yang deras jika terus berkumpul akan menjadi besar. Sama seperti jalan indah ayah, percikan air itu berawal dari langkah kecil ayah yang menjadi besar, seperti sekarang. Perciikan air yang semakin lama semakin deras dihiasi cahaya dari Illahi yang mebuat ayah kembali menajadi FITRAH dan sampai ke Indonesia. Lian, sekarang warna itu adalah permulaan munculnya cahaya dalam kehidupan ayah, warna itu terus bertambah dengan pertemuan dan pernikahan dengan ibumu, lahirnya mas nur qolbi ,lahirnya kamu Brilian ayah,lahirnya adik Andalusia terpilihnya ayah menjadi peniliti terbaik ,kembalinya ayah ke negri kelahiran ayah,kembali bertemu dengan paman albert ini semua warna yang akan indah nanti pada waktunya. Lian cukuplah Allah yang mengatur keidahan itu, ayah yakin tidak akan lama jadi tunggulah lian . Sekarang kamu mengerti,, lebih mrngerti akan makna besar tentag pelangi lian bersama bisikan kecilnya “CAHAYA QOLBI BRILIAN ANDALUSIA”.
”BRILIAN dengarkan mas sekarang “ mas nur mulai berbicara dengan nafasnya yang masih terputus putus karena mengejarku tadi. Cukuplah kita tidak usah membenci paman albert karena bagaimana pun dia kakak kandung ayah, itu pesan ayah kepada mas . Ayah melarang mas melakukan apapun apalagi mengurus urusan hukum ayah. Ini surat dari ayah bacalah ketika hatimu mulai tenang aku mulai membuka lipatan kertas yang agak basah Andalusia 22 agustus 1994 brilian dengarkan lewat hatimu, jangan kau baca, karna ini bukan hanya sebuah surat dari ayah. Ini tidak ditnulis dengan tinta hitam dunia, dalam sejarah samar tentang negri kelahiran ayah bernama Andalusia. Tapi ayah menulis dengan tintan Brilian diatas sejarah murni Andalusia. Dalam cahaya hati terbaik yang ada bersama ayah, pelangi bukan tidak terlihat, dia hanya tertutupi karena ALLAH mengatur keindahan itu sangat rapi dan sesuai pada tempatnya. Dulu ketika lian bertanya kepada ayah kenapa pelangi bisa ada di batu dan bukankan pelangi hanya ada dilangit ?
karena percikan air yang deras jika terus berkumpul akan menjadi besar. Sama seperti jalan indah ayah, percikan air itu berawal dari langkah kecil ayah yang menjadi besar, seperti sekarang. Perciikan air yang semakin lama semakin deras dihiasi cahaya dari Illahi yang mebuat ayah kembali menajadi FITRAH dan sampai ke Indonesia. Lian, sekarang warna itu adalah permulaan munculnya cahaya dalam kehidupan ayah, warna itu terus bertambah dengan pertemuan dan pernikahan dengan ibumu, lahirnya mas nur qolbi ,lahirnya kamu Brilian ayah,lahirnya adik Andalusia terpilihnya ayah menjadi peniliti terbaik ,kembalinya ayah ke negri kelahiran ayah,kembali bertemu dengan paman albert ini semua warna yang akan indah nanti pada waktunya. Lian cukuplah Allah yang mengatur keidahan itu, ayah yakin tidak akan lama jadi tunggulah lian . Sekarang kamu mengerti,, lebih mrngerti akan makna besar tentag pelangi lian bersama bisikan kecilnya “CAHAYA QOLBI BRILIAN ANDALUSIA”.
Umi wijaya
17.05 wib 9/12/2012 tangerang selatan
Cerpen ini pertama kali ditulis oleh umi wijaya lau dan dipublikasikan di "PERS IIQ"
Cerpen ini pertama kali ditulis oleh umi wijaya lau dan dipublikasikan di "PERS IIQ"