Bisikan Pelangi

Rabu, 05 Februari 2014



Bisikan pelangi
Hujan baru saja reda , harum tanah masih tercium lekat oleh pengindaranku bersama iringan shalawat yang agak samar menjelang adzan magrib dari surau di ujung bukit kampungku.”lian masuk sudah hampir magrib” pinta ibuku yang masih sibuk merapikan benang sulam bersama de lusia adik kecilku. Sampai kapan mereka bergelut dengan benang penuh warna itu tidakah mereka ingin menunggu ayah atau mas nur bersamaku .
Sepertinya mas nur belum terihat, aku akan menunggunya lagi besok setelah pulang dari sekolah walau langkah gontaiku akan selalu terulang selama empat tahun terakhir . Baru saja aku ingin masuk kerumah ”BRILIAN……” teriak seseorang yang sangat aku kenal akankah mas nur pulang, aku segera menatap jauh kedepan. Seorang kakak berumur duapuluhtahun yang baru meyelesaikan strata satunya, benar itu mas nur aku segera mencium tangannya tak tertahan airmataku mulai menetes, ibu juga langsung memeluk anak pertamanya itu “betah sekali kau dinegri orang sampai empat tahun nak” aku kaget mendengar petanyaan ibu negri orang bukannkah ayah lahir disana, aku segera mengalihkan kebinggunganku dengan bertanya pada pusat masalah besar yang aku sudah tunggu selama empat tahun “mana ayah mas nur kenapa tidak pulang bersama ?? “Mas nur hanya terdiam, mendengar pertanyaanku. Apakah negri penuh sejarah tersembunyi itu membuat kakaku menyembunyikan jawaban atas pertanyaanku, apa maksud semua ini. Adiku Andalusia hanya terdiam mendengar pertanyanku tidakah dia binggung kenapa ayahnya tidak kembali .
Kenanganku empat tahun lalu mulai berkumpul tepat ketika aku lulus dari tingkat tsanawiyah. Ayah adalah putra dari pastur besar di Andalusia yang sekarang lebih dikenal dengan spanyol. Ketika ayah masih menjadi pelajar, ayah sudah sangat mempelajari injil barnabas dan perjanjian baru. Ayah mendapat kebebasan dari orangtuannya, sampa pada klimaks permaslahan. kakak kandung ayah sangat tidak setuju ketika ayah ingin menjadi mualaf sampai akhirnya ayah pergi meninggalkan spanyol dan membuka lembaran baru dinegri ini.
“Sepertinya perjalanan ayah lebih indah dari pelangi “komentarku setelah mendengar cerita ayah ” Apa yang kamu tentang pelangi lian ??” ciptaan ALLAH yang sangat indah pastinya ayah “ jawabku seadanya. Lian ALLAH menciptakan apapun menjadi sebuah pelajaran besar yang kadang tersembunyi, hanya manusia tertentu yang bisa menangkap makna hebat didalammnya.
“Bisakah aku menjadi manusia pilihan yang akan mengerti makna itu ayah “ jawabku polos “tentu karena lian adalah brilian ayah” aku hampir menangis mendengar ucapan ayahku, aku sagat malu jika air mataku sampai jatuh dihadapannya, aku hanya menunduk sambil terus berjalan mengikutinya dari belakang menuju surau di atas bukit.
Mas nur bersama de lusia sudah sibuk membaantu ibu untuk menyiapkan makanan untuk berbuka puasa disurau. Bersama warga yang lain. Aku ingn berwudhu dulu di mata air belakang bukit, yang sambil menikmati sejuknya air terjun yang deras itu .aku berdiri tepat diatas batu besar yang berhadapan langsung dengan air terjun itu “kenapa dibatu ini ada pelangi, bukankah pelangi hanya ada dilangit sore setelah hujan “itu pantulan lian. Dari air yang jatuh tiada henti bersama cahaya “ jawab ayahku yang tiba-tiba  sudah ada dibelakangku .
Adzan subuh sudah mulai menggema dari surau dibukit. Kata ayah hari ini ia akan pergi karena ada penilitian besar dari Negara. Ayah terpilih sebagai peneliti dan pengamat sejarah terbaik bersama perwakilan dari Negara lain ayah ditempatkan di spanyol Negara kelahirannya. Sambil mengajak mas nur yang baru lulus aliyah, sempat ada rasa khawatir dalam diriku mungkin ini lanjutan jalan indah seperti pelangi itu. Tapi ternyata kekhwatiran itu makin besar sekarang, karena mas nur hanya pulang sendiri .
"Disana dingin gak mas dinginan manah sama daratan dieng dijawa atau daratan Tibet" ,lebih dingin puncak Himalaya de lusia jawabku ketus. ”mana ayah mas ?? jawab pertanyaanku ,mas nur mulai mengeluarkan kata-kata dalam tarikan nafas yang panjang “ayah ditahan disana sudah tiga tahun terakhir lian. Ayah dituntut oleh keluarga paman albert disana dengan segala macam tuntutan ” aku mulai menangis, tidak bisakah mas nur yang lulusan terbaik disana, anak hukum pula! Bertindak menarik ayah dari tuntutan itu. Aku berteriak sambil berlari menuju bukit dengan keadaan hujan yang deras bersama petirnya yang tajam. Mas nur mencoba mengejarku berlari, ibu hanya bisa menangistanpa suara sambil memeluk erat dik lusia.

Apa yang bisa aku pelajari dari pelangi ayah ?? APA ! aku mulai berteriak bersama derasnya airterjun bercampur hujan. Lihatlah waktu malam pelangipun tidak terlihat ayah. bisakah pelangi berbisik kepadaku akan makna besarnya. AYAAAAH...
”BRILIAN dengarkan mas sekarang “ mas nur mulai berbicara dengan nafasnya yang masih terputus putus karena mengejarku tadi. Cukuplah kita tidak usah membenci paman albert karena bagaimana pun dia kakak kandung ayah, itu pesan ayah kepada mas . Ayah melarang mas melakukan apapun apalagi mengurus urusan hukum ayah. Ini surat dari ayah bacalah ketika hatimu mulai tenang aku mulai membuka lipatan kertas yang agak basah  Andalusia 22 agustus 1994  brilian dengarkan lewat hatimu, jangan kau baca, karna ini bukan hanya sebuah surat dari ayah. Ini tidak ditnulis dengan tinta hitam dunia, dalam sejarah samar tentang negri kelahiran ayah bernama Andalusia. Tapi ayah menulis dengan tintan Brilian diatas sejarah murni Andalusia. Dalam cahaya hati terbaik yang ada bersama ayah, pelangi bukan tidak terlihat, dia hanya tertutupi karena ALLAH mengatur keindahan itu sangat rapi dan sesuai pada tempatnya. Dulu ketika lian bertanya kepada ayah kenapa pelangi bisa ada di batu dan bukankan pelangi hanya ada dilangit ?
karena percikan air yang deras jika terus berkumpul akan menjadi besar. Sama seperti jalan indah ayah, percikan air itu berawal dari langkah kecil ayah yang menjadi besar, seperti sekarang. Perciikan air yang semakin lama semakin deras dihiasi cahaya dari Illahi yang mebuat ayah kembali menajadi FITRAH  dan sampai ke Indonesia. Lian, sekarang warna itu adalah permulaan munculnya cahaya dalam kehidupan ayah, warna itu terus bertambah dengan pertemuan dan pernikahan dengan ibumu, lahirnya mas nur qolbi ,lahirnya kamu Brilian ayah,lahirnya adik Andalusia terpilihnya ayah menjadi peniliti terbaik ,kembalinya ayah ke negri kelahiran ayah,kembali bertemu dengan paman albert ini semua warna yang akan indah nanti pada waktunya. Lian cukuplah Allah yang mengatur keidahan itu, ayah yakin tidak akan lama jadi tunggulah lian . Sekarang kamu mengerti,, lebih mrngerti akan makna besar tentag pelangi lian bersama bisikan kecilnya “CAHAYA QOLBI BRILIAN ANDALUSIA”.

Umi wijaya
17.05 wib 9/12/2012 tangerang selatan 

Cerpen ini pertama kali ditulis oleh umi wijaya lau dan dipublikasikan di "PERS IIQ"

SAKURA MOTHER

SAKURA MOTHER
Musim semi baru saja datang, cahaya lembut yang menghangatkan itu mulai masuk ke celah-celah kecil jendela bambu kamar Aiko kecil yang baru mulai belajar berjalan. “Seamo, Cepat ambil air kesungai” teriak ibu dari belakang dapur sambil mengendong Aiko. Ka seamo terlihat berlari ke dalam hutan samping rumah kami, di dalam hutan banyak sungai kecil mengalir dengan gemercik merdu yang menjadi irama pagi dalam melodi desa kami.


Tahun semakin cepat berganti “Ka Seamo sudah waktunya shalat, Ayo pulang” aku meneriaki ka Seamo dari bukit rumahku, ketika ka Saemo kembali , aku langsung berteriak “IBUUUU” ,muka kakaku jadi berwarna biru bercampur darah, bajunya kotor dan ketika ditanya oleh ibu “Mereka bilang aku aneh, aku tidak marah sebenarnya bu, percayalah pada Seamo. Tapi mereka bilang ibadahku terlalu bodoh karna gerakanya kuno dan dilakukan lima kali di waktu tertentu, Bagaimana aku tidak marah ?”


***
“Perkenalkan namamu Aiko” seru guruku. Nama saya Aiko Zahra, saya seorang muslim, saya tinggal di desa Fujiyama Nagasaki Utara. Hari pertama dikelas menjadi sangat aneh, kelas mulai ribut dengan segala macam percakapan yang agak menyebalkan kalau didengarkan. “hei, aiko kenapa kepalamu ditutup seperti itu” seru Yuri teman yang duduk dismpingku. “ini jilbab kata ibuku, seorang muslim wajib memakainya”, temanku yang lain mulai teriak di depanku “kau terlihat aneh sekali Aiko”. Tangisku mulai pecah, aku berlari sekencang-kecangnya ke lantai tiga ke kelas ka Seamo “kamu kenapa dik, kok menangis ?” ,ka seamo mulai memelukku, mengusap air mataku, dan membawaku kemabali ke kelas “SIAPA YANG MEMBUAT ADIKKU MENANGIS”.
Hening, kelas diam seribu bahasa, mereka semua menunduk. Aku mulai tersenyum bangga dengan ka seamo, ini baru awal jalanku.
***
Festival olahraga baru saja dimulai di akhir tahun, Acara besar setelah musim semi dan menjadi pembuka liburan yang kami rindukan. Ka Seamo menjadi salah satu peserta lari di festival tahunan ini, Dan aku sebagai peserta basket putri, setelah acara besar ini selesai aku dan ka Seamo harus segara kembali ke desa membawa hasil terbaik kami.
Entahlan rencana setiap manusia hanya sebuah rencana, bukan sebuah kepastian. Ka Seamo terjatuh sebelum mencapai finish kakinya terkilir parah, ini bukan kejadian pertama yang dialami ka Seamo. “hei, Aiko lempar bolanya” teriak yuri sebagai tim lawanku, “aneh memang dirimu begitupun kakamu, pakaian kalian, bicara kalian, pergaula kalian apalagi” seru yuri ketika berhasil merebut bola dari arah sampingku. Ibu selalu bilang jaga batasmu dengan akhlaqmu sejauh apapun kamu dibenci, tepat sekali aku tidak akan membalas kebencian mereka “tenang saja yuri, aku tidak akan membuat dirimu aneh sepertiku, jika kamu tidak suka diriku ” aku mulai berlari merebut bola dari tanganya dan menyusul tiga point tepat di akhir waktu. Setidaknya aku akan pulang dengan mendali terbaikku.
***
Sakura tidak selamanya mempesona setiap mata yang memandangnya, tidak setiap pandangan selalu bersama kebaikan, sama sepertiku ketika aku harus jatuh tersungkur tanpa cahaya sedikitpun. “Ibu meninggal” aku hanya bisa menunduk, menangis sejadi jadinya, teriak sekeras-kerasnya, “AKU MAU PULANG KA” . Surat sampai waktu sore dan malam ini salju mulai turun” kenapa sang pencipta tidak membantu kita untuk pulang dan melihat pemakaman ibu ka ? bukankah setelah musim semi harusnya musim panas ka ?, “oh, Tuhan aku mulai tidak percaya denganmu” . Tamparan keras tepat di wajahku “AIKO, IBU AKAN MARAH JIKA DIRINYA TAU ANAKNYA SELEMAH INI IMANNYA”
Aku berlari meninggalkan ka Seamo yang emosian itu, berlari dan terus menjauh meninggakan asrama, melewati gerbang sekolah dan melewati mereka yang selalu berteriak sinis penuh kebencian, karna aku akan segera sama dengan mereka yang membenci seseorang bernama Aiko Zahra ,membenci diriku sendiri.
***
Terlalu ramai malam ini, terlalu dingin dan aku hanya mengeluh tanpa tanggung jawab pada hatiku sendiri. Membawa mantelpun aku lupa, dan sekali lagi aku memang tidak bertanggug jawab atas tubuh yang diberikan ini. Tapi tidak bisakah aku ke desa melihat ibuku sendiri, apa yang Engkau rencanakan dengan semua ini. Aku sudah mengikuti aturanmu, membela ajaranmu, APALAGI YANG HARUS AKU LAKUKAN. Aku hanya bisa menunduk di tepi jalan tanpa setitikpun cahaya, cahaya lamupun terlihat enggan sekali mendekat denganku.
“Kakak bisakah dirimu mengantarkanku ke toko boneka di sebrag sana” tiba tiba sosok kecil menarik baju panjangku berkali kali, “kakak ibuku ada disana, tolong antar aku kesana” anak itu hampir menangis dan terus memaksaku membantunya, kenapa anak kecil ini harus bertemu ibunya, aku saja tidak bisa bertemu ibuku di desa. “aku tidak bisa, pergilah sendiri” anak itu mulai menangis, tidak tega rasanya melihat anak itu, tapi Tuhanpun tega denganku, ibu pergi begitu saja dan aku tidak diberi kesempatan untuk melihat di terakhir kali.
Tapi tidak, nanti dia akan tertabrak, aku segera berlari mengejar anak kecil tadi yang sudah berada di tengah jalan raya “AWAS” aku berteriak melihat mobil pengangkut barang dengan kecepatan tinggi menuju ke anak yang masih menangis ketakutan itu. Aku dan mendorongnya ke tepi jalan, sekuat aku bisa.
***
“Kamu akan baik-baik saja, Ibu mencintaimu dalam cinta Allah, cepatlah kembali Aiko” , aku tidak ingin kembali, ijinkan Aiko disini bu, Biarkan Allah juga mencintaiku disini. ”Berjuanglah bersama ka Saemo, jangan pernah kecewa dengan apapun Aiko, cepat kembali nak” , aku sudah berjuang disekolah, dan itu sudah cukup bu. ijinkan aku disini”. Mataku mulai terbuka, Ka Seamo dan anak kecil itu ada disampingku, mereka menangis begitupun dengan diriku , aku tidak ingin bangun, aku ingin bersama Ibu, hatiku terus membantin sampai ka seamo membuka selimut yang menutup kakiku, ”maafkan kaka Aiko”.
Semua indah sekali seindah sakura yang tidak pernah aku pedulikan pesonanya, aku tidak punya kaki ini nilai plusku , aku cacat dan ini kesempurnaan gerakku dijalan Allah, dan ini sakura kehidupanku. “terimakasih banyak Aiko, saya tidak bisa membalas pengorbananmu untuk ana k saya” ibu anak kecil itu memelukku dalam tangisnya, aku baru sadar ini hidup ini masih sangat panjang dan perjuangan kemarin belum selesai, masih banyak sakura yang harus aku pelajari bersama ka Seamo.



Umi Wijaya
Tangerang selatan, 5 sep 2013.


Cerpen ini pertama kali ditulis oleh umi wijaya dan di publikasikan di " PENERBIT ASRIFA"


Kenangan MAN 12 Jakarta Barat lulusan 2012









Soal UASPR 2013 Alumni MAN 12 Jakarta Barat 
 





(Dibaca dari atas sampai bawah)

1. Pecinta dhuha club, sering baca Qur'an kalo pagi (Pemimpin), kalo diledekin mukanya merah merona kaya iklan ponds, siapah ustad yang satu ini ?

2. Punya fans club disponsori adik kelas, idola seluruh masyrakat pramuka, bahasa khasnya adalah "selalu berpikir positif", lahir di Kebumen Jawa Tengah, siapak dia ?

3. PMR lovers,, sampai sekarang ketika dunia kampus masih berkecimpung aktif di organisasi ini, katanya sih mirip " Umi Wijaya Lau" ,, gadis cantik siapakah ini ?

4. Namanya sering masuk buuku sejarah rasuallah, cuma beda huruf aja, selalu penasaran soal kimia sampai rela keruang guru demi soal kimianya,, siapakah gadis cerdas ini ?

5. Dari mts mereka bersama sampai di dunia kampus mereka juga bersama ,, semoga engga bersama di dunia ghaib , kalo bersama menjadi angka sepluluh kalo berpisah menjadi angka satu dan nol, selalu berbicara soal bid'ah kalo diskusi fikih sama pa subhan *gak juga sih , pengejar mimpi study ke Universitas islam madinah dan al azhar cairo,, siapah dua orang sekawan ini ?

6. Wanita paling lembut, sering nangis, saking lembutnya dia gak bisa teriak, ahli akutansi, adinda pertama " Erdi Purnomo'cs" di kelas sepuluh dhe,, pernah jadi abang none bareng Willy Ardigumilang,, siapakah wanita lembut ini ?

7. Namanya bermkna bunga, Pendiem kata guru katanya,,, sekarang sedang mengejar mimpi di UHAMKA sebagai ahli matematika seperti ayahnya, suka kuliner makanan , siapakah wanita calon guru matematika ini ?

8. Menjadi wanita tercantik yang terpilih di tahun angkatan 2010\2011, wanita impian Willy Ajensi yang selalu tersenyum manis ketika diluncurkan gombalan maut,, siapakah gadis manis ini ?

9. Putri solo satu ini bisa tertawa sampai nangis sendiri kalo udah baca komikk ninja hatorinya, pernah gaga buat pancake pertamanya, menyandang rekor terlamabat dengan posisi terbaik pertama

UAS : ulasan akhir sekolah penuh cerita
Diharuskan menjawab,, bukan hanya like saja
Penambahan nilai untuk penambahan ikatan silaturahmi






Note Atas namamu

Cinta terbaik mereka yang berharap besar pada diriku itu beratas namakan cinta dari Sang Maha Pemilik cinta. Bukan seperti cintamu yang belum aku tau dan aku tidak ingin tau sampai waktu terbaik itu datang.

Aku tidak menyalahkan tapi aku hanya menegaskan ini bukan waktunya dan memang belum saatnya. Aku tau bahwa dirimu lebih tau dari pada diriku yang belum mengerti apapun.

Aku tidak ingin mengecewakan siapapun maka aku lebih memilih langkahku yang memang masih perlu berlari mengejar ketertinggalanku dalam semua hal untuk kebaikan di surga nanti bersama mereka semua keluargaku.









Note Malam Minggu

Ini langkahku yang aku mulai bersama cinta terbaik dari mereka yang menyangiku. Dari mereka yang memiliki harapan besar atas kelanjutan cerita dalam hidupku.

Kalian tau kenapa mereka mampu mencintaiku dengan cinta terbaik mereka, karna aku yakin Allah sangat menyangiku dengan memberikan apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku inginkan. Mengganti setiap hal yang pergi dengan hikmah cinta yang paling baik dari yang terbaik.

Sungguh, jika kalian bertanya tentang rindu lalu bercerita tentang sebuah hal yang bernama cinta dengan argumen kasih sayang tanpa ikatan itu menurukku sangat buruk. Dan kalian mulai bertanya lagi apa kamu tidak iri dengan kami ?

Senyum sudah cukup menjawab itu semua, aku manusia biasa bukan malaikat bersayap putih dilangit ketujuh yang tidak memiliki nafsu. Tapi caraku berbeda aku harus menutup mataku, metutup telingaku, bersujud selama mungkin kepada pemilik cintaku sampai aku mampu berdamai dengan hatiku sendiri dan mampu meredam cintaku yang jelas salah.

Aku perlu merangkai semua cinta dari mereka yang benar benar mencintaiku dalam harapan terbaik mereka. Dengan mempecepat langkahku bersama mimpi mimpi besar itu, menyelesaikan semua tugasku, membuat mereka TERSENYUM BANGGA bukan KECEWA.